Pada makanan yang kita makan, ternyata ada yang mengandung racun di dalamnya. Semua makanan, semua minuman jika dikonsumsi melebihi dosisnya adalah racun. Berikut adalah beberapa tipe toksikan yang ada.
Tipe Toksikan:
Toksikan Alami:
- Metabolit yang dihasilkan melalui proses biosintesis oleh organisme penghasil makanan dalam kondisi pertumbuhan normal
- Metabolit yang dihasilkan melalui proses biosintesis oleh organisme penghasil makanan dalam kondisi tertekan (stressed)
Kontaminan:
- Toksikan yang langsung mengkontaminasi makanan
- Toksikan yang diserap dari lingkungan oleh organisme penghasil makanan
- Metabolit toksik yang diproduksi oleh organisme penghasil makanan dari substansi yang absorbsi dari lingkungan
- Toksikan yang terbentuk selama pengolahan
Toksikan alami (Biotoksin) merupakan substansi toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup (metabolit yang dihasilkan dalam kondisi normal atau stressed). Sedangkan toksikan kontaminan alami dihasilkan oleh mikroorganisme patogen yaitu toksin merupakan komponen sel, mikroba penghasil toksin yaitu secara endotoksin dan eksotoksin
Ternyata ikan juga ada toksik nya lho yaitu disebut biotoksin ikan. Biooksin ikan yang dihasilkan oleh algae (fitoplankton) pengahsil toksin yang secara alami terjadi di perairan laut,
- Biasanya jumlahnya kecil tetapi sangat mematikan
- Kombinasi suhu hangat, sinar matahari, perairan yang kaya nutrien dapat menyebabkan reproduksi plankton cepat dan blooming
- Kekerangan merupakan pemangsa seperti filter memakan alga ke dalam sistem tubuhnya dan menimbulkan toksin
- Ikan juga demikian
Hal penting yang perlu diingat adalah pengolahan, pemasakan tidak mampu menginaktifkan toksin lho.... dan pengolahan, pemasakan dapat mematikan algae tetapi toksin masih aktif, mengerikan juga ya....
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Food Toxicology
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 0 commentsTabir Surya
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 0 comments
Setiap wanita pasti pengen punya wajah bersih, putih dan tentu saja terlindung dari sinar matahari yang menyengat. Untuk mewujudkan impian tiap wanita tersebut dibutuhkan bedak yang mengandung tabir surya, yang dapat melindungi wajah dari sengatan ultraviolet. Yuk, kita bahas satu persatu apa itu tabir surya dan ultraviolet.
Tabir surya terdapat dalam kosmetik yang dapat menyaring sinar matahari (sunscreen) atau menahan sinar matahari (sunblock) untuk mengurangi efek buruk sinar matahari tersebut. Wah... apakah sinar matahari itu buruk banget ya buat kulit kita?? Ternyata sinar matahari juga memiliki manfaat untuk kulit kita, berikut manfaat dan efek buruk sinar matahari atau radiasi UV.
Manfaat dan Efek buruk Sinar Matahari atau Radiasi UV:
Manfaat:
- Fotosintesa
- Sintesa vitamin D
- Sumber cahaya
- Membunuh kuman
- Fototerapi
Efek buruk:
- Kulit terbakar
- Kanker kulit
- Dermatoheliosis
- Penyakit kulit
Tuh kan ternyata banyak juga manfaat yang diberikan oleh sinar matahari kepada makhluk hidup. Trus gimana ya cara pencegahan efek buruk tersebut biar ga kena sama kita??. Biar lebih jelas berikut adalah tabel yang menjelaskan faktor yang mempengaruhi efek buruk dan upaya pencegahannya.
Faktor yang mempengaruhi Efek buruk:
- Frekuensi dan lamanya pajanan
- Faktor individu
- Intensitas radiasi
Pencegahn Efek buruk:
- Menghindari pajanan berlebihan
- Perlindungan fisik
- Tabir surya
Sinar UV terbagi 3 berdasarkan panjang gelombangnya :
# UV-A (320-400 nm)
- Dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan, keriput, noda hitam, kerusakan sel kulit yang permanen hingga terjadi kanker kulit.
- Bisa menembus lapisan dermis hingga subcutan/hipodermis
# UV-B (290-320 nm)
- UV-B dapat menyebabkan sunburn (terbakar)
- UV-b merangsang produksi melanin, sehingga makin lama kulit terpajan semakin coklat warnanya
- Berpengaruh pada epidermis dan bisa menembus hingga dermis
# UV-C (100-290 nm)
# UV-C hampir seluruhnya diserap lapisan ozon sehingga tidak berpengaruh terhadap kulit
Ternyata yang paling parah dan dapat menembus kulit sampai ke dalam adalah UV-A, wah hati-hati ya.... oleh karena itu kita butuh banget tabir surya buat melindungi kita. Neh ada tabel tentang klasifikasi tabir surya.
Klasifikasi Tabir Surya:
Tabir Surya Fisik:
- Dapat memantulkan / menghamburkan radiasi UV berdasarkan ukuran partikel & ketebalan lapisan, bisa menembus lapisan dermis hingga subcutan/hipodermis
- Efektif pada spektrum radiasi UV-A, UV-B & sinar tampak
- Contoh : titanium dioksida, Mg silikat, sengoksida, kaolin
- Biasa digunakan pada bedak/alas bedak
Tabir Surya Kimia:
- Dapat mengabsorbsi hampir 95% radiasi sinar UV-B yang dapat menyebabkan sunburn (eritema & kerut)
- Contoh : PABA, benzofenon, salisilat
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Ikan Tuna
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 0 comments
Semua orang pasti suka ikan tuna, ya iyalah selain rasanya yang lezat, gizinya juga banyak lho....Cuma harganya muahhalll...... Tuna merupakan ikan migrasi, perenang yang cepat sehingga memerlukan pasokan energi yang besar dan konstan unuk mempertahankan aktifitasnya, berdarah panas, suhu internal konstan sekitar 28 (derajat) Celcius sepanjang hidupnya, dalam kondisi tertentu stress atau meronta ketika ditangkap, suhu tubuh naik sebentar menjadi 35 (derajat) C ke 40(derajat)C, setelah mati suhu tubuh naik dapat mempercepat kemunduran mutu dan pembusukan.
Sewaktu meronta, misalnya ditangkap, membentuk asam laktat yang menyebabkan kelelahan dan merusak jaringan, misalnya daging dari cemerlang menjadi kusam, tekstur melunak, pahit, karena itu asam laktat harus dihindari.
Kenapa sih daging tuna berwarna merah??
- Karena pasok darah besar (banyak)
- Jaringan serat daging pada ikan dipengaruhi oleh cara ikan berenang dan makan
- Apabila sedang dalam kondisi berbahaya, misalnya dikejar oleh pemangsa, hal ini menyebabkan dagingnya putih
- Saat tuna mengejar mangsanya dalam jarak jauh sebelum dimakan sehingga memerlukan lebih banyak daging merah
Ada dua tipe serat daging, yaitu merah dan putih. Jaringan merah itu berarti pasokan darahnya lebih banyak dan digunakan untuk aktivitas panjang, misalya renang jarak jauh. Jaringan putih memiliki suplai darah yang sedikit dan bekerja keras dalam waktu pendek sebelum akhirnya kelelahan.
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Pemanis Non-Nutrisi
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 0 comments
Pemanis non-nutrisi adalah pemanis alami atau sintetis kimiawi yang rasanya jauh lebih manis dibandingkan dengan pemanis alami, namun pemakaian yang berlebihan dapat menimbulkan karsinogenik (timbulnya kanker). Pemanis non-nutrisi yang umum digunakan pada makanan sebagai pengganti pemanis alami adalah: sakarin, siklamat, aspartam, asesulfam K.
Pemanis non-nutrisi
1. Sakarin
> Stabil dalam hampir semua kondisi pengolahan makanan dan tahan lama
> Digunakan pada obatan, makanan diet, dan kosmetik.
> Aftertaste -> pahit atau rasa logam, dapat dikurangi dengan kombinasi sakarin dan asparatam atau pemanis lain.
> Penyerapan lamban, langsung lewat perut dan diekskresikan tanpa perubahan via urin & feces.
>Ada indikasi resiko kanker
2. Siklamat
> Stabil pada suhu rendah & tinggi, mudah larut air
> Ada indikasi karsinogenik
> Konsumsi harus <> Tidak berbau, tepung kristal putih, rasa manis bersih, agak larut air, sedikit larut alkohol
> Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan karsinogenik
> Batas konsumsi anak-anak -> 10mg/kg BB, penderita diabetes -> 8mg/kg BB
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Mikroalgae Penyerap Logam Berat
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 1 comments
Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek toksik. Contoh jenis pertama adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya, sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau toksik, yang keberadaannya dalam tubuh belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat toksik, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat dapat mempengaruhi efek kesehatan manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Berbagai bahan biologis mempunyai kemampuan mengikat logam dengan kapasitas sangat tinggi, yaitu alga laut, jamur dan kapang yang telah dilaporkan mampu mengakumulasi berbagai logam. Nama ”Spirulina” berasal dari kata latin “spiral”, yang artinya memiliki konfigurasi fisik organisme berbentuk melingkar, atau untaian mikroskopik atau helix. Spirulina sp. merupakan satu dari alga hijau-biru yang menghasilkan pigmen klorofil (hijau) dan fikosianin (biru) dalam struktur selular.
Spirulina sp. merupakan salah satu jenis alga dengan sel tunggal yang termasuk dalam kelas Cyanophyceae. Sel Spirulina sp. berbentuk silindris, memiliki dinding sel tipis yang mengandung murein dan tidak mempunyai inti sel sehingga menurut taksonomi dikelompokkan ke dalam jenis Eukaryota (Amini, 2004).
Alga mempunyai kemampuan yang tinggi untuk mengikat ion-ion logam dari larutan, akan tetapi kemampuan ini sangat dibatasi oleh beberapa kendala, seperti ukurannya yang kecil, berat jenisnya rendah dan mudah rusak oleh degradasi mikroorganisme lain menjadi kelemahan dalam pemanfaatannya. Penanganan limbah dengan mikroorganisme atau mikroba disebut dengan bioremediasi menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat keracunan elemen logam berat di lingkungan perairan tersebut. Bioremediasi menggunakan mikroba sebagai perantara reaksi kimia dan fisika melalui metabolisme baik di atas permukaan maupun di dalam tanah sangat diperlukan untuk menangani masalah lingkungan. Mikroba pengakumulasi logam berat dapat digunakan sebagai agen bioremediasi untuk perlindungan tanah dan air terhadap pencemaran logam berat.
Bioremediasi didefinisikan sebagai proses membersihkan (clean up) lingkungan dari bahan-bahan pencemar (pollutant) secara biologi atau dengan menggunakan organisme hidup. Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang toksik atau tidak toksik (karbon dioksida dan air). Keuntungan penggunaan mikroorganisme sebagai bioremediasi adalah biaya yang rendah, efisiensi yang tinggi, biosorbennya dapat diregenerasi, dan tidak perlu nutrisi tambahan.
Proses bioremediasi berpotensi tinggi dalam kontribusinya untuk mengurangi kadar logam berat pada level konsentrasi yang sangat rendah. Bioremediasi lebih efektif dibanding dengan pertukaran ion dan reverse osmosis. Proses bioremediasi ion logam berat umumnya terdiri dari dua mekanisme yang melibatkan proses pengambilan aktif dan pengambilan pasif. Pada saat ion logam berat tersebar pada permukaan sel, ion akan mengikat pada bagian permukaan sel berdasarkan kemampuan daya affinitas kimia yang dimilikinya. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa berbagai spesies alga baik dalam keadaan hidup (sel hidup) maupun dalam bentuk sel mati (biomassa) dan biomassa terimmobilisasi dapat digunakan untuk mengadsorpsi ion logam. Alga dapat dimanfaatkan sebagai bioindikator logam berat karena dalam proses pertumbuhannya, alga membutuhkan berbagai jenis logam sebagai nutrien alami, sedangkan ketersediaan logam di lingkungan sangat bervariasi. Suatu lingkungan yang memiliki tingkat kandungan logam berat yang melebihi jumlah yang diperlukan, dapat mengakibatkan pertumbuhan alga terhambat, sehingga dalam keadaan ini eksistensi logam dalam lingkungan adalah polutan bagi alga. Syarat utama suatu alga sebagai bioindikator adalah harus memiliki daya tahan tinggi terhadap toksisitas akut maupun toksisitas kronis. Persyaratan lain untuk pemanfaatan alga sebagai bioindikator adalah alga yang dipilih berasal dari lokasi setempat, hidup di lokasi tersebut, dan diketahui radius aktivitasnya, alga terdapat di mana-mana, supaya dapat dibandingkan terhadap alga yang berasal dari lokasi lain, komposisi makanannya diketahui, populasinya stabil, pengumpulan alga mudah dilakukan, relatif mudah dikenali di alam, masa hidupnya cukup lama, sehingga keberadaannya memungkinkan untuk merekam kualitas lingkungan di sekitarnya (Bachtiar, 2007). Secara umum, keuntungan pemanfaatan alga sebagai bioindikator dan biosorben adalah :
1. Alga mempunyai kemampuan yang cukup tinggi dalam mengadsorpsi logam berat karena di dalam alga terdapat gugus fungsi yang dapat melakukan pengikatan dengan ion logam. Gugus fungsi tersebut terutama gugus karboksil, hidroksil, amina, sulfudril imadazol, sulfat dan sulfonat yang terdapat dalam dinding sel dalam sitoplasma.
2. Bahan bakunya mudah didapat dan tersedia dalam jumlah banyak.
3. Biaya operasional yang rendah.
4. Sludge yang dihasilkan sangat minim.
5. Tidak perlu nutrisi tambahan.
/Helmy untuk Black In News/
Baca Selengkapnya>>>
CFC (CHLORO FLUORO CARBON), Sebagai Penyebab Menipisnya Lapisan Ozon
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 6 comments
Pernahkah anda mengatakan pada siang hari "aduh..panas banget hari ini..". pernahkan? ya pastilah pernah... karena panas yang sangat menyengat tersebut adalah salah satu siklus dari Pemanasan Global. Berikut ini saya ingin memberikan info mengenai zat penyebab lapisan ozon semakin menipis yang diambil dari catatan mata kuliah saya.
CFC merupakan zat kimia yang mengandung unsur klor, fluor dan carbon yang biasa digunakan sebagai refrigant dan propelant. CFC memiliki nama dagang freon. Senyawa CFC, terutama Freon 11 (CFCl3) dan Freon 12 (CF2Cl2) banyak digunakan sebagai pelarut dalam bidang industri, pembersih dalam alat elektronik, refrigerant pada kulkas dan AC, serta zat propelant pada kosmetika dan alat semprot aerosol. Senyawa CFC pada mulanya dianggap zat kimia yang ideal, karena tidak mudah bereaksi dan tidak beracun. Ironisnya, justru karena sifatnya itu CFC mampu terbang ke lapisan stratosfer dan merusak ozon. Pada tahun 1974 untuk pertama kalinya Rowland dan Molina menemukan teori bahwa senyawa klor dapat merusak ozon (O3).
Pada tahun 1985, untuk pertama kalinya ditemukan penipisan lapisan ozon di antartika. Bila lapisan ozon rusak, maka sinar UV lebih banyak sampai ke bumi yang dapat mengakibatkan dampak yang merugikan bagi makhluk hidup.
CFC yang digunakan pada refrigerant pada AC, kulkas dan alat-alat pendingin lainnya yang digunakan adalah CFC-12/CFC-502/CFC-11. Aktivitas yang dapat menimbulkan emisi CFC ke udara adalah pada saat dilakukannya perbaikan dan pemeliharaan alat-alat pendingin. Karena biasanya pada saat perbaikan, terjadi pengisian CFC. Pada saat pengisian ini biasanya ada sebagian CFC teremisi ke udara. CFC juga dapat teremisi pada saat terjadi kebocoran pada alat pendingin tersebut. Aerosol adalah campuran zat-zat yang berada dalam fasa cair dan gas. Produ-produknya banyak ditemukan pada produk kosmetik (parfum, bodyspray, deodorant, hairspray, dll). Fungsi CFC dalam produk aerosol adalah sebagai bahan pendorong (propelant). Penggunaan CFC pada produk aerosol disukai karena tidak beracun,tidak korosif dan tidak mudah terbakar.
CFC merupakn senyawa yang stabil, sukar bereaksi, namun karena sifat itu CFC yang teremisi ke udara dapat naik dengan bebas ke stratosfer dan merusak lapisan ozon. Ozon bereaksi dengan senyawa klor seperti CFCl3 (pada aerosol), CF2Cl2 (pada pendingin), dll. Bereaksinya gas ozon dengan senyawa klor hasil aktivitas manusia ini dapat menipiskan, bahkan menghabiskan ozon dalam lapisan stratosfer. Sinar matahari menguraikan senyawa-senywa klor menjadi atom klor yang akan bertindak sebagai katalis atau mempercepat reaksi dalam reaksi penguraian ozon.
Cl- dapat menjadi katals dan siap bereaksi dengan O3 yang lain. Satu atom klor dapat bereaksi dengan 10.000 sampai 100.000 molekul ozon. Katalis mempercepat reaksi, reaksi kimia dengan batntuan katalisator berakibat bahwa perusakan ozon (O3) berjalan lebih cepat dibandingkan dengan pembentukannya. Karena proses pembentukannya dan perusakan molekul-molekul ozon di stratosfer tidak lagi seimbang maka lebih banyak molekul-molekul ozon yang rusak daripada molekul-molekul ozon yang terbentuk dalam waktu tertentu. Hal ini berakibat bahwa konsentrasi ozon di stratosfer menjadi berkurang sehingga lapisan ozon menipis dan terbentuk lubang-lubang ozon. Kerusakan ozon ini snagat berbahaya bagi makhluk hidup diantaranya menyebabkan penurunan kekebalan tubuh, kanker kulit dan katarak, karena ozon dapat menyerap sinar UV. UV dalam jumlah kecil dibutuhkan dalam tubuh untuk pembentukan vitamin D. Tetapi akibat makin banyaknya UV yang masuk dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan menurunkan kekebalan tubuh. Pemanasan global disebabkan karena fitoplankton mengambil CO2 yang banyak dari udara untuk fotosintesis, tapi karena UV meningkat, menyebabkan CO2 banyak yang tidak terserap sehingga menimbulkan pemanasan global.
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Bahaya Logam Berat Pada Bahan Pangan
Labels: Black In News, Kimia, Kuliah 0 comments
Taukah anda bahaya logam berat yang terdapat pada bahan pangan???
Saya ada sedikit info dari bahan mata kuliah Kimia Pangan di kampus saya UIN jakarta, berikut catatan singkat di buku harian saya, semoga menambah wawasan anda:
Logam berat berbahaya karena pada umumnya memiliki kerapatan massa tinggi dan sejumlah konsentrasi kecil dapat bersifat racun dan berbahaya, contohnya merkuri atau raksa (Hg), kadmium (Cd), arsen (As), kromium (Cr), timbal (Pb). Logam berat merupakan komponen alami tanah sehingga tidak dapat didegradasi ataupun dihancurkan, dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air minum atau udara.
1. Timbal (Pb)
Manusia menghirup rata-rata 0,15 microgram Pb dari udara dan meminum 15 gr timbal dari perairan. Pb dapat masuk ke peredaran darah dan sel saraf menggantikan kalsium karena sifat fisiknya yang mirip dengan kalsium. Adanya Pb dalam peredaran darah dan otak mengakibatkan gangguan fungsi jaringan dan metabolisme : sintesis hemoglobin darah, ginjal, sistem reproduksi, penyakit akut atau kronis sistem syaraf, serta gangguan fungsi paru-paru. Pb masuk ke tubuh melalui absorbsi pada sayuran dan air minum yang terkontaminasi timbal.
2. Merkuri (Hg)
Satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu ruang, biasanya masuk ke tubuh manusia melalui pencernaan, dari ikan, kerang, udang atau perairan yang terkontaminasi. Jika berbentuk logam, umunya dapat diekskresi, sisanya menumpuk di ginjal dan sistem saraf. Bentuk meti merkuri (CH3Hg+) akan terakumulasi di otak. Karena penyerapan besar dalam waktu singkat menyebabkan kerusakan keseimbangan, tuli, dan gangguan lainnya. Hg yang terhisap akan berdampak akut atau terkumulasi dan terbawa ke organ-organ tubuh lainnya, menyebabkan bronkitis, sampai rusaknya paru-paru. Keracunan Hg merasakan mulutnya kebal sehingga tidak peka terhadap suhu dan rasa, hidung tidak peka bau, mudah lemah dan sering sakit kepala.
3. Kadmium (Cd)
Kadmium (Cd) digunakan sebagai lapisan tahan korosi pada baja atau plastik, pewarna, alat-alat elektronik, serta baterai nikel/kadmium. Akumuasi Cd dalam waktu lama pada tubuh mengakibatkan disfungsi organ dan metabolisme. Konsentrasi tinggi menghalangi kerja paru-paru, bahkan dapat mengakibtkan kanker paru-paru, merusak tulang (osteomalacia, osteoporosis). Menghirup 20 rokok sehari setara dengan menghirup 2-45 gr kadmium.
4. Akrilamida
Merupakan senyawa kimia berbahaya yang diduga memiliki potensi kuat sebagai pemicu kanker, pada tikus percobaan akrilamida menimbulkan tumor, merusak DNA, saraf, mengganggu tingkat kesuburan dan mengakibatkan keguguran. Akrilamida bersifat tidak berwarna, tidak bau, WHO menetapkan standar maksimum akrilamida pada air minum 0,5 mikrogram per liter. Senyawa akrilamida timbul pada makanan gorengan yang dipicu oleh proses penggorengan dengan suhu yang relatif tinggi (190 oC) menyebabkan senyawa karbohidrat terurai, sebagian ditangkap atau bereaksi dengan asam amino, senyawa penyususn protein hingga terbentuk akrilamida.
/Helmy untuk Black In News dan Djarum Black/
Baca Selengkapnya>>>
Rhodamin B
Labels: Kimia, Kuliah 10 comments
Rhodamin B merupakan pewarna yang dipakai untuk industri cat, tekstil, dan kertas. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) serta Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Rodamin B merupakan zat warn a sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dalam bentuk larutan berwarna merah terang berpendar (berfluorescensi) .
Rodamin B seringkali disalahgunakan untuk pewarna pangan dan kosmetik, misalnya : sirup, lipstick, dll. Paparan Rodamin B dalam waktu yang lama (kronis) dapat menyebabkan gangguan fungsi hati / kanker hati. Rodamin B biasanya terdapat pada lipstik yang berwarna merah mencolok, lipstik yang water proof (tahan air), blush on (pemerah pipi), dll.
Tanda dan Gejala Akut bila terpapar Rhodamin B:
1. Jika tertelan, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan .dan menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda.
2. Jika terkena kulit, dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
3. Jika terkena mata, dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, oedema pada kelopak mata.
4. Jika terhirup, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
5. Jika tertelan, dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernakan dan menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna atau merah muda.
6. Tindakan yang bisa dilakukan bila terpapar Rhodamin B
7. Bila terkena kulit, lepaskan pakaian perhiasan, sepatu penderita yang terkontaminasi/terkena Rhodamin B. Cuci kulit dengan sabun dan air mengalir sampai bersih dari Rhodamin B, selama kurang lebih 15 s/d 20 menit, bila perlu hubungi dokter.
8. Bila terkena mata, bilas dengan air mengalir atau larutan garam fisiologis, mata dikedip-kedipkan sampai dipastikan sisa Rhodamin B sudah tidak ada lagi/bersih, bila perlu hubungi dokter.
9. Bila tertelan dan terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah terjadinya muntahan masuk ke saluran pernafasan.
10. Bila korban tidak sadar, miringkan kepala ke samping atau ke satu sisi, bila perlu hubungi dokter.
Diambil dari mata Kuliah Kimia lingkungan. Semoga Bisa Menambah Wawasan Anda..
Baca Selengkapnya>>>
Hidroquinon
Labels: Kimia, Kuliah 2 comments
Kosmetika, berasal dari Bahasa Inggris cosmetic yang artinya ''alat kecantikan wanita''. Berdasarkan kadar pigmen melanin di dalam sel kulit, kulit digolongkan menjadi beberapa tipe, antara lain tipe 1 - 3 milik orang-orang Eropa yang jarang terkena sinar Matahari, tipe 3 - 4 seperti yang dimiliki orang-orang Cina. Rata-rata orang Indonesia, yang hidup di sekitar garis khatulistiwa, kulitnya tipe 4 ke atas. Kadar pigmen yang tinggi di kulit kita bukan tanpa manfaat. Pigmen ini berfungsi menyaring radiasi sinar Matahari yang memang melimpah di daerah khatulistiwa. Dengan benteng pigmen itu, kulit kita tidak mudah terbakar saat kena sinar Matahari.
Produk kosmetik pemutih kulit terbagi menjadi tiga kelompok: kosmetik, kosmetisikal, dan kosmetomedik. Disebut kosmetik jika produk itu tidak mempengaruhi fisiologi kulit, seperti sabun. Disebut kosmetisikal jika produk itu mempengaruhi fisiologi kulit tapi masih boleh dibeli secara bebas-terbatas. Tanpa harus memakai resep dokter. Golongan ketiga disebut kosmetomedik. Produk-produk ini mempengaruhi fisiologi kulit dan hanya boleh dibeli dengan resep. Pemutih wajah merupakan campuran bahan kimia yang bertujuan memucatkan noda hitam (cokelat) pada kulit. Dalam jangka waktu lama pemutih tersebut dapat menghilangkan atau mengurangi hiperpigmentsai pada kulit. Namun, penggunaan yang terus menerus justru dapat menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen.
Hidroquinon (hydroquinone) merupakan salah satu bahan aktif yang telah terbukti efektif sebagai pemutih khusus untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi.




